Tahukah kalian jika listrik yang kalian gunakan untuk kegiatan sehari hari seperti nonton tv,radio,Mesin pemecah kakao dll,  dihasilkan oleh berbagai Macam macam pembangkit Listrik .

Di Era modern ini muncul berbagai macam macam pembangkit listrik, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) , Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) , Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN),dll.

 

Pembangkit Listrik Di Era Modern Saat Ini

macam macam pembangkit listrik

 

Macam macam pembangkit listrik akan bertambah mengikuti perkembangan zaman.Pada Artikel kali ini kami akan membagikan informasi dari tiap tiap pembangkit listrik yang sudah ada sampai saat ini.

 

Berikut Macam macam Pembangkit Listrik dan Penjelasanya : 

 

1.Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

 

 

Pembangkit Listrik Tenaga Air atau yang sering disebut PLTA adalah pembangkit yang memanfaatkan energi dari aliran air untuk menggerakkan turbin pada generator.PLTA memanfaatkan aliran deras air  untuk menghasilkan energi listrik.

Prinsip kerja dari PLTA  adalah mengubah energi potensial atau energi gravitasi air menjadi energi listrik. Bibit Bibit Air yang sudah dibendung akan menghasilkan energi potensial karena turun ke turbin oleh gaya gravitasi. Air akan mengenai turbin yang akan menghasilkan energi potensial yang selanjutnya akan berubah menjadi energi kinetik,selanjutnya enargi kinetik tersebut akan menghasilkan pergerakan pada turbin yang akan menghasilkan energi mekanik.

Setelah itu turbin akan mulai berputar dan melanjutkan putarannya ke generator. Energi mekanik yang dihasilkan dari turbin akan dikonversi oleh generator menjadi energi listrik.

 

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
  • PLTA cocok digunakan pada tipe peak di mana tipe ini untuk kondisi beban puncak yang besar dan digunakan saat terjadi gangguan jaringan. diKarenakan PLTA memiliki respon yang cepat dan dapat menyesuaikan dengan beban yang diperlukan.
  • PLTA merupakan pembangkit Listrik ysng menghasilkan energi yang ramah lingkungan, bebas dari karbon emisi, dan tidak mengakibatkan polusi. Pembangkit listrik Tenaga Air ini memiliki gas emisi yang lebih kecil daripada pembangkit listrik lainnya.
  • Pembangkit listrik tenaga air mempunyai jangka umur yang lumayan panjang yaitu sekitar 50 sampai 100 tahun.
  • Output atau keluaran yang dihasilkan dari PLTA lebih banyak atau besar dibanding pembangkit listrik lainnya.
  • Pembangkit listrik tenaga air dapat juga menjadi objek destinasi wisata air. Bendungan PLTA dapat juga digunakan juga untuk wisata air dan edukasi. Potensi Wisata air PLTA tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghasilkan keuntungan ekonomi,dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
  • Air yang tertampung dalam bendungan bisa juga digunakan untuk keperluan lainnya seperti irigasi sawah atau ladang dan cadangan air.

 

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
  • PLTA ini membutuhkan investasi yang besar.
  • Lahan yang digunakan cukup luas untuk pusat listrik dengan kapasitas listrik yang besar.
  • Dengan pembuatan bendungan air untuk pembangkit listrik, dapat berakibat ekosistem sungai atau danau pada tempat itu terganggu.

 

2. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

 

macam macam pembangkit listrik

 

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan jenis pembangkit yang menggunakan “uap panas” untuk memutar turbin. Uap panas yang digunakan dapat berasal dari proses penguapan air melalui boiler, pembangkit ini menggunakan bahan bakar batu bara maupun bahan bakar minyak untuk memanaskan air

Dalam PLTU, batu bara digunakan sebagai bahan bakar boiler untuk menghasilkan energy panas yang kemudian berfungsi untuk mengubah fasa fluida kerja dari cair menjadi uap.

Energi kinetik yang terkandung dalam uap kemudian dimanfaatkan untuk memutar turbin yang tersambung dengan generator untuk menghasilkan energy listrik.

 

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
  • Murah. Energi dari batubara sangat murah, harganya cenderung tidak naik, bahkan saat sekarang harganya terus menurun. Jauh lebih murah dibandingkan menggunakan tenaga angin, tenaga surya atau biomassa.
  • Kontinyu, Predictable dan dapat diandalkan. PLTu dapat bekerja 24 jam sehari secara kontinyu.
  • Berlimpah. Jumlah cadangan batubara di dunia masih sangat melimpah
  • Mudah terbakar, sehingga mudah menghasilkan energi
  • Infrastruktur untuk pertambangan, pemrosesan, transportasi dan penggunaan batubara sudah tersedia.
  • Batubara bisa didapatkan diseluruh dunia dan mudah diakses oleh banyak orang. Tersedia banyak cadangan batubara di Amerka Utara, Eropa, Asia dan Australia.
  • Produk akhir sisa dari batubara dapat digunakan oleh industri yang lain seperti industri semen
  • Load Factor yang Tinggi. PLTU memiliki load factor yang sangat tinggi, dapat mencapai 80%

 

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 
  • Efek dari Pembakaran batubara akan menghasilkan campuran banyak zat kimia berbahaya yang dapat menggangu kesehatan kita seperti sulphur dioxide. Dapat berakibat penyakit pernafasan jika pembakaran batubara tidak terkontrol dengan baik.
  • Ekstraksi batubara perlu biaya yang mahal
  • Pembangkit listrik tenaga uap menghasilkan limbah yang dapat mencemari perairan di sekitar lingkungan pembangkit.
  • PLTU dapat menghasilkan banyak gas rumah kaca.
  • Penambangan batubara yang berbahaya dan sesuai prosedur dan dapat merusak lingkungan.
  • Pembangkit listrik tenaga uap tidak ramah terhadap makhluk hidup di sekitar pembangkit.

 

3. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

 

macam macam pembangkit listrik

 

Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah pembangkitan listrik yang sumber energinya didapatkan dari radiasi matahari. Yang selanjutnya Panel Surya / Modul Surya akan menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik.

PLTS ini sangat cocok diterapkan di Indonesia mengingat Indonesia yang beriklim Tropis yakni musim kemarau dan musim Penghujan.

 

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) :
  • Energi tenaga surya Ramah untuk Lingkungan.’
  • dapat diperbarui untuk Energi tenaga surya .

 

Kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) :
  • Hanya Efisien padaCuaca dan Iklim tertentu
  • Energi tenaga surya hanya tersedia pada waktu tertentu yakni siang hari

 

4. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

 

pembangkit listrik

 

Merupakan pembangkit listrik dengan memanfaatkan tekanan gas untuk menggerakan turbin pada generator. Gas yang terdapat pada ruang bakr memiliki tekanan tinggi yang dapat menggerakkan turbin. Pembangkit Listrik Tenaga Gas menggunakan bahan bakar cair maupun gas.

 

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) :
  • Ringan
  • Waktu Start yang relatif singkat
  • Tidak memerlukan air pendingin
  • Masa pembangunan yang 1-2 tahun
  • Murah
  • Dapat ditempatkan disegala lokasi
  • Kehandalan tinggi, dikarenakan alat alat bantu yang sedikit sehingga kemungkinan kerusakan juga kecil.

 

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)
  • Efisiensi rendah, 25 – 32 %.
  • Umurnya pendek.
  • Daya mampunya sangat dipengaruhi oleh kondisi udara atmofer.
  • Untuk biaya pemeliharaan cukup mahal, dikarenakan harga dari sudu-sudunya yang tinggi atau mahal.
  • Kapasitas kecil, maksimum diantara 200 MW.
  • Harga bahan bakar tinggi, karena memerlukan bahan bakar kualitas tinggi.

 

5. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

 

pembangkit listrik

 

Merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan panas uap bumi sebagai penggerak turbin. Untuk prinsip kerja dari PLTP  sama seperti PLTU. Hanya, uap panas yang dihasilkan langsung dari panas bumi. Bangunan PLTP biasanya terletak di daerah pegunungan tinggi atau kaki gunung supaya dapat memanfaatkan energi natural alam lebih baik.

 

Keuntungan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) :
  • Energi geotermal ramah lingkungan dan tidak mengakibatkan polusi.
  • Reservoir panas bumi bisa diisi ulang secara alami.
  • Potensi listrik yang dimiliki sangat tinggi,bisa mencapi 2 tera watt.
  • bisa juga dibangun di bawah tanah
  • zero(Nol) karbon
  • Instalasinya yang relatif mudah

 

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) :
  • Pembangkit listirk panas bumi dalam keadaan tertentu dapat memicu munculnya gempa bumi.
  • Lokasinya yang spesifik dan membutuhkan biaya eksplorasi yang tinggi.
  • Dapat menghasilkan emisi Sulfur dan Silikat.
  • Tingginya biaya konstruksinya
  • Pengeboran ke dasar batuan panas sangat sulit.

 

6. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

 

 

Merupakan Pembangkit listrik yang menggunakan mesin diesel yang berbahan bakar solar atau  HSDO  .Prime mover merupakan peralatan yang mempunyai fungsi untuk menghasilkan energi mekanis untuk menggerakkan turbin pada generator untuk menghasilkan energi listrik.

 

  Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
  • Bahan bakarnya yang sederhana.
  • Dapat ditempatkan dekat dengan pusat beban..
  • Tidak perlu air pendingin yang banyak.
  • Dimensi PLTD lebih kecil daripada PLTU untuk kapasitas yang sama.
  •  Pengoprasian yang mudah dan memerlukan hanya operator sedikit.
  • Effisiensi termal PLTD lebih besar daripada PLTU yang memiliki kapasitas yang sama.
  • Dapat dioperasikan sepanjang waktu selama masih adanya bahan bakar.
  • Investasi awal untuk membanun PLTD relatif murah jika dibandingkan pembangkit listrik lainnya.
  • Dalam operasi tidak bergantung kepada alam seperti PLTA.

 

Kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
  • Biaya bahan bakar (solar) yang termasuk mahal dan bergantung dengan perubahan harga minyak dunia yang cenderung meningkat dari tahun ketahun.
  • Dapat Mengakibatkan polusi udara yang diakibatkan dari pembakaran bahan bakar konvensional yang kadang kurang sempurna.
  • Memerlukan pemeliharaan rutin.
  • Sistem operasi yang tidak efisien dan tergolong boros pada kondisi beban rendah.
  • Biaya pelumas yang tinggi.
  • Tidak dapat dibebani overload pada waktu jangka panjang.
  • Kapasitas PLTD yang kecil.

 

7.Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

 

 

Merupakan pembangkit listrik daya thermal yang menggunakan satu atau lebih dari beberapa reaktor nuklir sebagai sumber panasnya.

Prinsip kerja sebuah PLTN hampir sama dengan PLTU, menggunakan uap bertekanan tinggi sebagai pemutar turbin. Putaran turbin akan diubah menjadi energi listrik.Perbedaannya yakni pada sumber panas yang digunakan untuk menghasilkan panas. Sebuah PLTN menggunakan Uranium sebagai sumber panasnya. Reaksi pembelahan inti Uranium akan menghasilkan energi panas yang besar.

 

Keuntungan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
  • Jika selama operasi berjalan lancar maka tidak akan mengakibatkan emisi gas rumah kaca, gas rumah kaca hanya keluar saat Diesel Generator Darurat berkerja serta beberapa menghasilkan gas.
  • Biaya bahan bakar cenderung rendah – karena bahan bakar yang dibutuhkan hanya sedikit.
  • Tidak menimbulkan banyak limbah padat (jika selama operasi bejalan normal)
  • Ketersediaan stok bahan bakar yang masih melimpah – dikarenakan bahan bakar yang diperlukan hanya sedikit.
  • Tidak mengaibatkan polusi udara – karena tidak menghasilkan gas berbahaya misalnya seperti karbon monoksida,nitrogen oksida, aerosol, mercury, sulfur dioksida,  partikulate atau asap fotokimia

 

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
  • Risiko kecelakaan nuklir
  • limbah nuklir – limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan selama ribuan tahun.
  • nuklir Serta reaktor riset. Untuk limbah dari industri pengguna bahan radioaktif, tersebut bisa diproses dalam Limbah Treatment Plant Zat Radioaktif, sebagai contohnya, yang dimiliki oleh BATAN Serpong.

 

Demikian untuk Artikel tentang pembangkit listrik,Semoga dengan pengetahuan diatas kita dapat lebih mengenal Macam macam pembangkit listrik.Pembangkit Listrik akan semakin berkembang mengikuti zaman.Yang diatas merupakan Pembangkit Listrik yang sudah ada sampai saat ini.Terimakasih.

× Whatsapp Kami!